Thursday, October 22, 2020

Model Komunikasi

Membuat Model Komunikasi dalam Penelitian Kualitatif.

Dalam penelitian kualitatif, kita diharuskan untuk menemukan teori baru atau minimal sebuah model (istilah lain disebut tipifikasi atau konstruk derajat kedua meurut Prof. Deddy Mulyana), dan bukan menguji teori yang sudah ada. Model itu dimunculkan di Bab Pembahasan.

Berikut contoh pembuatan model komunikasi dalam penelitian kualitatif:

1. Dramaturgi Suami-suami Penggemar Seks Bebas

(Herdiansyah Amanu)

Berikut digambarkan konstruk derajat kedua yang coba dipolakan dalam bentuk model dramaturgi suami penggemar seks bebas:

Gambar: Model Dramaturgi Suami Penggemar Seks Bebas:

Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa memang tidak semua lelaki yang sudah berkeluarga tapi masih gemar dengan kehidupan seks bebas itu tidak mau bertanggungjawab terhadap keluarganya. Setidaknya ia masih punya harapan dengan keluarganya. Ini menunjukkan bahwa ia sebenarnya mencintai keutuhan keluarganya seraya masih mencitai kegemarannya terhadap seks bebas.... (dst, disertai dengan penjelasan gambar).

2. Fenomenologi Mahasiswa Mengamen di Jalanan Demi Acara Kampus

(Herdiansyah Amanu)

Model Komunikasi Mahasiswa Pengamen di Jalanan

Sebelum melakukan aktivitas mengamen, mahasiswa mempersiapkan diri dengan melakukan impression management atau pengelolaan kesan. Dalam teori impression management, Goffman mengasumsikan bahwa ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain, dia ingin menyajikan suatu gambaran diri yang akan diterima orang lain. Upaya tersebut sebagai impression management atau pengelolaan kesan, yaitu teknik yang digunakan oleh aktor untuk memupuk kesan tertentu dalam situasi tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.... (dst, disertai dengan penjelasan gambar).

CUPLIKAN REFERENSI

 

Penulisan Cuplikan Referensi dan Daftar Pustaka

Disampaikan oleh: Herdiansyah Amanu

(Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Komunikasi UNPAD Bandung)

STIKOM IGA Tanjungpinang, Rabu, 1 Agustus 2012

CUPLIKAN REFERENSI

Secara umum, terdapat 2 cara dalam melakukan cuplikan referensi, yaitu dengan menggunakan model:

  1. Chicago

Yaitu dengan menuliskan langsung sumbernya di dalam kurung (nama penulis, tahun terbit buku:halaman buku). Contoh:

 

  • Framing adalah pendekatan untuk mengetahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketika menseleksi isu dan menulis berita yang akan disajikan kepada khalayak (Eriyanto, 2004:68).

Keterangan: Cuplikan diatas dibuat dalam format 2 spasi karena telah disisipi pendapat penulis (teks yang dicetak tebal)

 

  • Pakar lainnya Shore (1985) memberikan definisi sebagai berikut:

Media exposure is more complicated than access because is ideal not only what a person is within pysical (range of the particular mass medium) but also whether person is actually exposed to the message. Exposure is hearing, seeing, reading, or most generally, experiencing with at list minimal amount of interest the mass media message. The exposure might occure to end individual or group level. (Prastyono, 1995:23)

 

Keterangan: Cuplikan diatas dibuat dalam format 1 spasi dan margin kirinya agak menyolok ke dalam (biasanya sejajar dengan baris di awal paragraf) karena mengutip secara utuh tanpa perubahan. Sedangkan cetak miring dibuat karena menggunakan istilah atau bahasa asing (Bahasa Inggris)

 

  • Komunikasi manusia merupakan suatu proses melalui mana individu dalam hubungannya, dalam kelompok, dalam organisasi dan dalam masyarakat dengan menciptakan, mengirimkan dan menggunakan informasi untuk mengkoordinir lingkungannya dan orang lain (Brent D. Ruben, dalam Muhammad, 2002:3)

Keterangan: ini merupakan pendapat Brent D. Ruben yang dikutip oleh Arni Muhammad dalam bukunya. Teks yang dicetak tebal merupakan tambahan/suntingan. Disini penulis tidak langsung merujuk pada buku milik Ruben, melainkan dipetik dari buku Muhammad (Arni Muhammad yang menulis dalam bukunya pada halaman 3, tahun 2002)

 

  1. Vancouver

Yaitu dengan menggunakan catatan kaki atas teks yang dirujuk. Contoh:

Berbeda dengan ISL yang pendanaannya bergantung pada APBD, pendanaan IPL tanpa menggunakan APBD.[1]

Petikan kalimat di atas merupakan petikan kalimat dari sebuah website yang bernama goal.com, seperti yang tertera pada catatan kaki di bawah halaman ini, yaitu http://m.goal.com/s/id-ID/news/3342627 yang diakses pada 18 Januari 2012. Di akhir kalimat ditandai dengan penomoran catatan kaki secara berurutan, mulai dari nomor 1 dan seterusnya.

[1] http://m.goal.com/s/id-ID/news/3342627 diakses pada 18 Januari 2012.

 

Daftar Pustaka

a. Pengarang tunggal:

Arifin, Anwar. 2011. Sistem Komunikasi Indonesia. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

b. Pengarang bersama:

Mulyana, Deddy & Solatun. 2008. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosda Karya.

c. Redaksi atau suntingan:

Kunrjaraningrat (red). 1983. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT. Gramedia.

d. Terjemahan:

Scott, J.C. 2000. Senjata Orang-orang Yang Kalah. Terjemahan A. Rahman Zainuddin, Sayogo dan Mien Joehar. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

e. Rujukan Elektronik:

Kawasaki, Jodee L., and Matt R Raveb. 1995. “Computer-Administered Surveys in Extension.” Journal of Extention 33(June). E-Journal on-line. Melalui http://www.joe.org/june33/95.html [06/17/00]

Rogers, D. 2001. “Anas platyrhynchos” (On-line), Animal Diversity Web. http://animaldiversity.ummz.umich.edu
/site/accounts/information/Anas_platyrhynchos.html. 12 Maret 2011.

Hasibuan, Rusli. “Menanam Jengkol di Bukit Kapur.” http://www.duniatani.or.id/riset/rusli
/palawija_jengkol.html(diakses tanggal 12 Juni 2003)

Siberut Conservation Programme. 2009. Animals. http://siberut-island.org/html/animals_of_siberut.html. 12 Maret 2011.

 

Kumpulan Contoh Penelitian dengan Metode Penelitian Kuantitatif

  1. Pengaruh Terpaan Film Korea Dengan Nilai Hidup Bersama Sebelum Menikah Terhadap Perubahan Sikap Remaja Kota Kupang Tentang Perkawinan.

Peneliti                   : Monika Wutun.

Teori Pendukung   :  The Cultural & Norms Theory (Melvin DeFleur).

Rumusan Masalah  :  Sejauhmana pengaruh terpaan film korea dengan nilai hidup bersama sebelum menikah terhadap perubahan sikap remaja Kota Kupang tentang perkwinan?

Identifikasi Masalah :

  • Seperti apa pengetahuan remaja Kota Kupang tentang Film Korea dengan nilai hidup bersama sebelum menikah bila dibandingkan dengan budaya Indonesia.
  • Seperti apa perasaan remaja Kota Kupang dalam memaknai Film Korea dengan nilai hidup bersama sebelum menikah bila dibandingkan dengan budaya Indonesia.
  • Bagaimana kecenderungan remaja Kota Kupang dalam menyikapi terpaan Film Korea dengan nilai hidup bersama sebelum menikah bila dibandingkan dengan budaya Indonesia.

Tujuan Penelitian :

  • Untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja Kota Kupang tentang Film Korea dengan nilai hidup bersama sebelum menikah bila dibandingkan dengan budaya Indonesia.
  • Untuk mengetahui perasaan remaja Kota Kupang dalam memaknai Film Korea dengan nilai hidup bersama sebelum menikah bila dibandingkan dengan budaya Indonesia.
  • Untuk mengetahui kecenderungan remaja Kota Kupang dalam menyikapi terpaan Film Korea dengan nilai hidup bersama sebelum menikah bila dibandingkan dengan budaya Indonesia (hidup bersama dalam bingkai perkawinan).

 

  1. Pengaruh Intensitas Komunikasi Interpersonal Terhadap Kualitas Hubungan Persahabatan Mahasiswa.

Peneliti                   : Laode Herman.

Teori Pendukung   :  Teori-teori Komunikasi Interpersonal, Teori Analisis Transaksional.

Rumusan Masalah  :  Pengaruh intensitas komunikasi interpersonal terhadap kualitas hubungan persahabatan antara mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Haluoleo Kendari?

Identifikasi Masalah :

  • Seberapa besar pengaruh intensitas komunikasi mahasiswa secara tatap muka terhadap kualitas hubungan persahabatan dengan menunjukkan rasa percaya diri; rasa empati; menujukkan dukungan; dan menujukkan sikap positif;
  • Seberapa besar pengaruh intensitas komunikasi mahasiswa melalui media (telepon/SMS) terhadap kualitas hubungan persahabatan dengan menunjukkan rasa percaya diri; menunjukkan rasa empati; menujukkan dukungan; dan menujukkan sikap positif;

Tujuan Penelitian :    Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh intensitas komunikasi interpersonal terhadap kualitas hubungan persahabatan antar mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Haluoleo Kendari.

 

  1. Pengaruh Tayangan Kekerasan Di Televisi Terhadap Perilaku Anak

(Studi Pengaruh Tayangan Kekerasan Di Televisi Dengan Perilaku Anak-Anak SD Negeri Tikukur III Kec. Coblong Bandung)

Peneliti                   : Herdiansyah Amanu.

Teori Pendukung   :  Hipodermic Needle Theory, Cultivation Theory, Imitation Theory

Rumusan Masalah :  Seberapa jauh pengaruh tayangan kekerasan di televisi terhadap perilaku anak?

Identifikasi Masalah   :

  • Sejauh mana pengaruh intensitas menonton tayangan kekerasan di televisi terhadap tingkat kesenangan anak terhadap adegan kekerasan
  • Sejauh mana pengaruh intensitas menonton tayangan kekerasan di televisi terhadap kecenderungan perilaku agresif anak.

Tujuan Penelitian :

  • Untuk mengetahuisejauh mana pengaruh intensitas menonton tayangan kekerasan di televisi terhadap tingkat kesenangan anak terhadap adegan kekerasan.
  • Untuk sejauh mana pengaruh intensitas menonton tayangan kekerasan di televisi terhadap kecenderungan perilaku agresif anak.

 

  1. Berita Olahraga Bulutangkis pada Suratkabar Kompas dan Jawa Pos

(Studi Analisis Isi Suratkabar Kompas dan Jawa Pos Edisi 1 November – 31 Desember 1996 mengenai Berita Olahraga Bulutangkis)

Peneliti                   : Herdiansyah Amanu

Teori Pendukung   :  Content Analysis

Rumusan Masalah  : Adakah perbedaan antara suratkabar Kompas dan Jawa Pos edisi 1 November – 31 Desember 1996 dalam menyajikan berita olahraga bulutangkis, ditinjau dari frekwensi, volume dan topik?

Tujuan Penelitian :Untuk mengetahuisejauh mana perbedaan antara suratkabar Kompas dan Jawa Pos edisi 1 November – 31 Desember 1996 dalam menyajikan berita olahraga bulutangkis, ditinjau dari frekwensi, volume dan topik

 

 Kumpulan Contoh Penelitian dengan Metode Penelitian Kualitatif

  1. Sandiwara di Senayan.

(Studi Dramaturgis Komunikasi Politik di DPR RI).

Peneliti                   : Lely Arrianie.

Teori Pendukung   : Dramaturgi, Impression Management, Fenomenologi, Interaksi Simbolik.

Tujuan Penelitian   :

  • Mengungkap gejala yang timbul sepanjang proses pertukaran pesan-pesan politik oleh para politisi DPR
  • Mengembangkan konsep, model teoritis dan pendekatan komunikasi politik yang berkaitan dengan peran politisi sebagai komunikasi politik.
  • Memperoleh gambaran yang jelas dan obektif tentang apa, mengapa dan bagaimana mereka melakukan komunikasi politik, khususnya pengelolaan kesan di panggung politik.

Fokus Penelitian    :

  • Bagaimanakah politisi menampilkan dan memaknai aktifitas politik mereka di panggung politik DPR?
  • Apa motif politisi DPR dan bagaimana impression management mereka dalam melakukan pertukaran pesan-pesan politik di DPR?
  1. Manajemen Komunikasi Pengemis.

Peneliti                   : Engkus Kuswarno.

Teori Pendukung   :  Fenomenologi, Interaksi Simbolik, Dramaturgi, Impression Management.

Tujuan penelitian   :  Mengungkap alasan atau motivasi apa yang mendorong mereka menjadi pengemis.

Fokus Penelitian    :  Bagaimana penegemis di Kota Bandung mengelola komunikasi mereka dengan calon dermawan?

 

  1. Berita Tentang Kekisruhan PSSI Di Media Online.

(AnalisisFraming Model Robert N. Entman tentang Pemberitaan Krisis Kepengurusan PSSI di okezone.com dan vivanews.com Edisi Januari – Februari 2012)

Peneliti                   : Herdiansyah Amanu.

Teori Pendukung   :  Teori Konstruktivisme, Framing Analysis.

Tujuan penelitian   untuk mengetahui:

  • Identifikasi masalah krisis kepengurusan PSSI yang dibingkai oleh okezone.com dan viva.co.id.
  • Aktor yang menjadi penyebab terjadinya krisis kepengurusan PSSImenurut pandangan okezone.com dan viva.co.id.
  • Nilai moral yang disajikan oleh okezone.com dan viva.co.id dalam memberitakan krisis kepengurusan PSSI.
  • Bentuk penyelesaian yang ditawarkan oleh okezone.com dan viva.co.id untuk menyelesaikan krisis kepengurusan PSSI.

Fokus Penelitian:

Mengungkap bagaimana okezone.com dan viva.co.id membingkai pemberitaan krisis kepengurusan PSSI di edisi Januari – Februari 2012 dengan menggunakan analisis framing model Robert N. Entman

 

Beberapa Contoh Judul-Judul Penelitian Kuantitatif

  1. Hubungan antara penggunaan suratkabar harian dan mobile internet dengan pemenuhan kebutuhan informasi.

(Studi korelasional penggunaan media suratkabar harian dan mobile internet dengan pemenuhan kebutuhan informasi di Kantor Setda Pemkot Cimahi Tahun 2011.

Oleh: Geney Diah M (Unpad Bandung)

  1. Pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap tingkat produktivitas kerja karyawan di “CV. Graha ilmu” Yogyakarta.

Oleh: Yesrin Selfianne Kadoena(UPN Veteran Yogyakarta).

  1. Pengaruh iklim komunikasi organisasi dan aliran informasi terhadap kepuasan anggota melalui pelaksanaan pelayanan pada Ikatan Pustakawan Indonesia.

Oleh: Tine Silvana R (Unpad Bandung).

  1. Media online dan tingkat pengetahuan politik mahasiswa.

(Studi korelasional tentang hubungan antara terpaan media online dengan tingkat pengetahuan politik mahasiswa STIKOM IGA Tanjungpinang.

(FIKTIF)

  1. Studi Analisis Isi Suratkabar Kompas dan Jawa Pos Edisi 1 November – 31 Desember 1996 mengenai Berita Olahraga Bulutangkis

Oleh: Herdiansyah Amanu (Unisri Solo)

  1. Pengaruh sinetron “Cinta Fitri” terhadap remaja putri.

(Studi pengaruh sinetron “Cinta Fitri” terhadap sikap mental remaja putri di SMA Negeri 1 Tanjungpinang)

(FIKTIF)

  1. Pengaruh acara infotainment terhadap gaya hidup mahasiswa

Studi pengaruh acara infotainment di RCTI terhadap gaya hidup mahasiswa Umrah Tanjungpinang.

(FIKTIF)

 

Beberapa Contoh Judul-judul Penelitian Kualitatif

  1. Fenomenologi tentang pernikahan campuran suku batak dengan suku lainnya di Banjarmasin

Oleh: Erna Ferina M. (Unpad Bandung)

  1. Fenomenologi mengenai Sales Promotion Girl dalam kegiatan personal selling pada promosi penjualan telepon seluler Flexy Bundling di Jakarta

Oleh: Waode Seprina (Unpad Bandung)

  1. Komunikasi antarbudaya di kalangan mahasiswa

(Studi Analisis Etnografi Tentang Identitas Etnis Mahasiswa Etnis Tionghoa dalam Kompetensi Komunikasi dengan Mahasiswa Pribumi di Kalangan Mahasiswa Fakultas Teknik Stambuk 2009 dan 2010 Universitas Sumatera Utara).

Oleh: Rifal Aswar Tanjung (USU Medan)

  1. Budaya komunikasi komunitas online www.kaskus.com

(Studi interaksi simbolik pada anggota komunitas online regional Bandung)

Oleh: Yoga Pramadi (Unpad).

  1. Presentasi diri dosen-dosen single

(Studi dramaturgi komunikasi verbal dan nonverbal dosen-dosen single diPekanbaru)

Oleh: Tika Muthia (Unpad)

  1. Komunikasi Remaja Pelaku Seks Pranikah

(Studi Kasus Pada Remaja Putri Pelaku Seks Pranikah Di Lingkungan XXII Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia).

Oleh: Apriyanthi, Dwi Putri (USU Medan)

  1. Kekerasan terhadap anak dalam film

(Analisis semiotika komunikasi tentang bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak dan dampak pada usia dewasa dalam film “Mereka Bilang, Saya Monyet!” )

Ratna Permata Sari (UNS Solo)

  1. Makna sosial dalam iklan rokok

(Analisis semiotika iklan LA Light dalam versi delay)

Oleh: Hisnia Sari (Unmuh Malang)

  1. Analisis Wacana tentang eksekusi Saddam Hussein di Irak pada suratkabar Kompas dan Waspada

Oleh: Lista Pusrianti (USU Medan).

10. Fenomenologi tentang konsep diri anak dalam memaknai acara siaran anak pada televisi.

Oleh: Aris Zulfiansyah (Unpad Bandung)

11. Studi Fenomenologi pada Forum Komunikasi Waria Indonesia tentang identias diri dan pola komunikasi waria profesi formal.

Oleh: Maya Ratnasari (Unpad Bandung)

12. Makna identitas diri ethnik Tionghua dalam komunikasi antar etnik.

(Studi Fenomenologi makna identitas etnik Tionghua dalam komunikasi antar etnik di Kab. Timor Tengah Selatan).

Oleh: Christian J. (Unpad Bandung)

13. Studi fenomenologi tentang komunikasi remaja pengguna narkoba

Oleh: Evline Yulianty

14. Komunikasi antarpribadi Konselor ODAPUS

(Studi Kasus Disyamsi Dhuha Foundation Bandung)

Oleh: Nurly Meilinda (Unpad Bandung)

15. Komunikasi Bisnis Kaum Waria

(Studi Fenomenologi Komunikasi Bisnis Pada Kaum Waria Di Kota Bandung)
Oleh: Widya Pratiwi (Unpad Bandung)

16. Strategi komunikasi bisnis dalam penjualan produk.

Studi fenomenologi tentang strategi komunikasi bisnis PT. X dalam menjual produk di Tanjungpinang

(FIKTIF)

17. Penggunaan komunikasi visual di SLB

Studi interaksi simbolik di lingkungan SLB Tanjungpinang

(FIKTIF)

18. Penggunaan simbol-simbol dalam karya musik.

Studi semiotika simbol-simbol dalam karya musik Dewa.

(FIKTIF)

19. Islam dan Etika Komunikasi.

(Komunikasi antar agama: sebuah studi hermeneutik)

Oleh: Solatun.

20. Sandiwara Suami Penggemar Seks Bebas

(Studi Dramaturgi tentang Realitas Kehidupan Suami Penggemar Seks Bebas)

Oleh: Herdiansyah Amanu (Unpad Bandung)

21. Ngamen Demi Acara Kampus

(Fenomenologi Mahasiswa Ngamen di Jalanan Demi Acara Kampus)

Oleh: Herdiansyah Amanu (Unpad Bandung)

22. Konstruksi Realitas Sosial dalam Pemberitaan Media

(Analisis Framing Berita Kasus Proyek Hambalang di Metro TV dan TV One)

Oleh: Herdiansyah Amanu (Unpad Bandung).

23. Konvergensi simbolik pada jamaah tabligh Tanjungpinang.

(Studi tema-tema fantasi dalam dakwah-dakwah di lingkungan jamaah tabligh Tanjungpinang)

(FIKTIF).

 

Perintah2 Linux

Perintah-perintah dasar (basic command) dalam Sistem Operasi  Linux

1. menampilkan isi direktori: ls
2. menampilkan isi subdir tertentu: ls /etc/apt/
3. membuat dir/folder => mkdir nama_dir, cth: mkdir test1
4. berpindah dir: cd /nama_dir
5. membuat file: nano nama_file cth: nano file1.txt
6. melihat isi file: cat nama_file cth: cat file1.txt
7. membuat file dan menulis isi file (echo), cth: echo 123 >/backup/file3
8. mengcopy file dg nma sama: cp alamat_file_yg_akan_dikopi tujuan_dir. cth: cp /test/file1 /test2
9. mengcopy file dg nma beda: cth: cp /test/file1 /test2/file2
10.Memindahkan file: mv nama_file yang akan dipindahkan (spasi) alamat tujuannya. cth mv /test/file1 /test2
11.merubah nama file: mv nama_file1 namafile2. cth:  mv file1.txt file5
12.menghapus file: rm namafile cth: rm file4
13.menghapus all file: rm *.*
14. menghapus dir kosong : rmdir namadir
15.menghapus dir yg berisi: rm -rf nama_dir
16. merubah atribut file: chmod option namafile
Ket. option = user, group, other. read (4), write (2), execute (1)
chmod 777 file1 => ugo punya hak akses utk rwx
chmod 754 file1 => u punya hak akses utk rwx, g = rx, o = r
17. chown => merubah status kepemilikan file. syntax: chown pemilik nama-file
cth: chown herdi.herdi file1
cth2: chown herdi.herdi /backup/test2/file1.txt
18. grep = untuk mencari teks pada suatu file. cth: grep youtube /etc/blok (mencari teks youtube pd file blok di dir.etc
perintah2 untuk meng-intstall/uninstall:
gunakan perintah nano /etc/apt/sources.list utk mengarahkan instalasi paket program. misalnya:
#deb cdrom:[Debian GNU/Linux 4.0 r7 _Etch_ – Official i386 DVD Binary-1 20090209-23:09]/ etch contrib main
#deb cdrom:[Debian GNU/Linux 4.0 r7 _Etch_ – Official i386 DVD Binary-2 20090209-23:09]/ etch contrib main
#deb http://repo.ugm.ac.id/debian/ stable main contrib non-free
deb http://kambing.ui.edu/debian etch main contrib non-free
1. mengupdate repo ke cd-rom=> apt-cdrom add
apt-get install nama_paket (apt-get install samba)
2. mengupdate repo ke internet => arahkan repo k internet (ugm,ui,its…)
gunakan perintah: apt-get update lalu apt-get install nama_paket
3. menghapus paket program: apt-get remove nama_paket
menginstal manual:
dpkg -i namapaket cth: dpkg -i samba.deb (debian)
rpm -ivh nama_paket.rpm (redhat)
mengextract file (gz, bz2)
tar xzvf nama_paket.gz
tar xjvf nama_paket.bz2
make
make install
./configure
beralih ke root: sudo su (masukkan passwordnya)
melihat partisi windows, mengaktifkan dan menon-aktifkannya:
/sbin/fdisk -l
mount /dev/sda5 /win
umount /dev/sda5 /win
usb:
mount /dev/sdb /usb
umount /dev/sdb /usb

Virtual Server

 

MEMBANGUN VIRTUAL SERVER DI LAPTOP ANDA UNTUK LAPTOP/PC-CLIENT

Anda dapat juga membuat server secara virtual dengan menggunakan VBox di laptop anda untuk memberi akses internet kepada PC yang lain atau laptop lainnya. Disini anda tidak perlu menginstal Linux secara real, melainkan cukup secara virtual saja. Caranya seperti biasa anda buat dulu 2 adaptor:

  • adaptor1 = eth0 || device = WLAN Card || mode = Bridge
  • adaptor2 = eth1 || device = LAN Card || mode = Bridge

Topologinya Star:

Modem >> eth0 PC-Server & eth1 PC-Server >> Switch/Wireless >> PC/Laptop client

Jadi koneksikan WLAN laptop server ke modem (beri IP yang sama 1 jaringan dengan modem) dan hubungkan port RJ-45 laptop server ke switch untuk PC client, dan switch dihubungkan juga denga wireless Access Point untnk laptop client.

Setelah anda mensetting dengan benar DHCP Server, router/proxy server/transparent proxy, bila PC/laptop client dihubungkan ke switch/wireless Access Point, maka semua PC/laptop client akan mendapat IP dan akses internet melalui eth1 PC-Server/Router. selmat mencoba!!!

Virtual server (2)

 

MEMBANGUN VIRTUAL SERVER DI LAPTOP ANDA DENGAN VIRTUAL BOX

Bagi anda yangg ingin membangun topologi jaringan client-server dgn menggunakan laptop, anda bisa membuatnya dengan menggunakan VBox/VMWare, meski servernya bersifat virtual. OS Linux yang anda instal secara virtual di laptop anda bisa dijadikan servernya, sedangkan OS Windows yang sdh built-in d laptop anda sebagai clientnya.

Caranya buat dulu 2 adaptor yangg nantinya akan dijadian eth0 & eth1 . analoginya:
* adaptor1/eth0 (diarahkan ke device WLAN laptop anda dalam mode bridge) akan dikoneksikan ke modem (maka beri IP pada eth0 pada OS Linux dalam 1 jaringan yang sama dengan modem),
* sedangkan adaptor2/eth1 (mode koneksinya Host Only) akan diarahkan ke client yaitu OS Windows di laptop anda (gunakan IP bebas yang beda jaringan dr eth0/modem).

sebelum anda koneksikan WLAN laptop anda ke modem, anda harus beri IP sembarang pd WLAN laptop agar laptop tidak terkoneksi langsung ke modem (kita akan buat laptop terkoneksi ke internet lewat virtual server Linux, bukan langsung ke modem).

Bila anda men-setting DHCP server dengan benar, maka virtual LAN card anda (host only)  di windows akan mendapat IP secara otomatis dari server dengan IP dalam 1 jaringan yang sama dengan servernya. Dan bila anda men-setting routing/proxy server/transparent proxy dengan benar, maka laptop anda akan bisa terkoneksi ke internet lewat OS linux, bukan langsung ke modem karena IP WLAN anda sudah dirubah dengan menggunakan IP sembarang yang beda jaringan dengan modem).

Untuk menguji lebih jauh apakah benar koneksi internet anda lewat server, coba blokir beberapa situs dengan menggunakan proxy server (edit file squid.conf). Bila laptop anda tidak bisa mengakses situs tersebut, berarti server anda telah bekerja. Selamat mencoba!!!

Mengatur IP Address

 

Mengatur IP Address Pada Debian 5

Sebelumnya perhatikan gambar topologi berikut:

Disini kita akan mengatur IP pada eth0 dan eth1 di PC Server dengan meng-edit file interfaces pada /etc/network. Gunakan perintah ini dengan mengetiknya pada terminal (console linux):

# nano /etc/network/interfaces

Lalu atur baris-baris berikut sesuai dengan IP yang ingin anda pasang, conoh:

auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.3
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1

auto eth1
iface eth0 inet static
address 10.1.0.1
netmask 255.255.255.248
gateway 0.0.0.0

Kemudian simpan dengan menekan ctrl x, dan tekan y. Setelah itu, restart layanan network PC-server., Karena kami menggunakan Debian 5, maka untuk me-restart network digunakan perintah:

/etc/init.d/networking restart

Silakan cek IP addres PC-Server anda dengan perintah:

ifconfig eth0 (enter)
ifconfig eth1 (enter)

Latihan Komunikasi Jaringan 1

1. Mentransfer file dari komputer lokal ke komputer server disebut
a) Download
b) Koneksi
c) Upload
d) Server
e) Load Time

2. Mengirim pesan atau berita ke sebuah situs, forum diskusi, atau milis disebut dengan
a) Copy
b) Block
c) Dial
d) Posting
e) Banned

3. Jika nomor IP tidak dikenal dalam jaringan, maka akan muncul pesan
a. Request Time Out
b. Time to Live
c. Time to Leave
d. Data Pending
e. Repply For All

4. Untuk melihat indikasi pada konfigurasi IP yang terpasang pada Komputer dengan sistem operasi windows dengan perintah
a. Ifconfig
b. IPconfig
c. Isconfig
d. Cpconfig
e. ISconfig

5. Skema desain pembangunan sebuah jaringan komputer dikenal dengan istilah
a. Tipe
b. Topologi
c. Geografi
d. Skalabilitas
e. Media Transmisi

6. Pada jaringan ATM (Asynchronus Transfer Mode ) mode koneksi secara keseluruhan menggunakan:
a.Client-server dan pree to preer
b.Perangkat lunak dan keras
c.IAN dan WAN
d.Clien-server dan hardisk
e. Virtual circuit

7. Pengertian Clien-server adalah:
a.jaringan komputer dgn komputer yang didedikasi khusus sebagai server
b.jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga clien secara bersama
c.wirelees personal jaringan network
d.sistem yang terdiri dari komputer dan perangkat jaringan lainnya
e. model koneksi jaringan yang setara perannya antar sesame komputer

8. Alat yang bertugas mentransmisikan gabungan beberapa sinyal melalui sebuah circuit ialah:
a.Router
b.Wireless LAN
c. Multiplexer
d.Switch
e. Repeater

9.pada sistem koneksi clien-server, komputer clien merupakan cabang dari komputer:
a.Server
b.File
c.Autonomos
d.Peer To Peer
e. Workstation

10. Perangkat jaringan yang dibutuhkan untuk menghubungkan beberapa kelompok jaingan LAN adalah:
a. Tang krimping
b. Router
c. Personal Computer
d. Labor komputer
e. LAN tester